Facebook Twitter RSS
banner

Latest News

content management system???



Sistem manajemen konten (Inggris: content management system, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
   > aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA)
   > aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA)

Elemen CMA digunakan untuk mengelola konten yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML untuk mengelola pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu situs web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda. Walaupun begitu, kebanyakan dari perangkat lunak ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan.

   CMS merupakan situs web yang menerapkan sistem ini berorientasi terhadap konten. Sudah bukan merupakan kendala yang berarti bagi manajemen atau humas suatu perusahaan/institusi/organisasi untuk memperbaharui situs webnya. Dengan hak akses dan otoritas masing-masing, setiap bagian dari perusahaan/intitusi/organisasi dapat memberikan kontribusinya kedalam website tanpa prosedur yang sulit.

   Pada umumnya sebuah CMS memiliki 2 bagian kategori yaitu bagian Front-end dan Back-end. Kecanggihan dan fitur masing-masing CMS bergantung pada CMS yang digunakan. Penggunaan sistem hirarki pengguna yang diterapkan CMS dalam hak aksesnyapun sangat bervariasi sesuai CMS masing-masing. Mulai dari level akses user anggota yang hanya dapat mengirimkan data tertentu berupa komentar, kemudian editor yang dapat mengirimkan suatu artikel/berita (untuk CMS yang menyediakan fasilitas ini), hingga level administrator yang dapat melakukan semua fitur yang ada.

    Keberadaan aplikasi gratisan di Internet dan juga komunitas sumber terbuka yang semakin menjamur ikut memberikan andil yang signifikan untuk menjadikan teknologi CMS menjadi murah dari segi harga akan tetapi dengan fitur-fitur yang semakin lengkap dan canggih. Dari segi biaya implementasi pembuatan CMS sangatlah murah apalagi jika dibandingkan dengan fitur-fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Hal inilah yang akhirnya ikut mempopulerkan CMS dan akhirnya akan menggantikan semua website konvensional yang ada.  Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis. Perangkat lunak CMS :Drupal, Joomla, Wordpress, Plone, VBulletin, Moodle, MediaWiki.

Java Script

 

Sejarah JavaScript


   JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.
    Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript. JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX. JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.

    JavaScript adalah bahasa pemrograman ditafsirkan bahwa sebagian besar digunakan untuk mengubah halaman web statis menjadi halaman dinamis dan interaktif setelah web browser telah selesai men-download sebuah halaman web. Misalnya, jam ditampilkan pada halaman yang update sendiri untuk menunjukkan waktu saat ini pada komputer pengguna. Desain JavaScript dipengaruhi oleh banyak bahasa pemrograman, termasuk C, tetapi dimaksudkan untuk lebih digunakan oleh non-programmer. JavaScript tidak didasarkan pada atau terkait ke Java, ini adalah kesalahpahaman umum. JavaScript seringkali disertakan dalam file HTML atau link dari file HTML dan dijalankan secara lokal oleh web browser. Ini berarti bahwa server bebas untuk mengerjakan sesuatu yang lain daripada pemrosesan instruksi untuk setiap klien. Hal ini telah membuat JavaScript pilihan yang lebih populer daripada bahasa yang memerlukan server untuk melakukan pengolahan.

Beberapa contoh menggunakan adalah:
     1. Berputar atau bergulir teks.
     2. Membuat bagian dari suatu bentuk terlihat atau tidak terlihat. Sebagai contoh, dalam sebuah   
         formulir pemesanan, jika pengguna kutu kotak centang "menyampaikan kepada alamat yang
         berbeda", bagian ekstra dengan kotak teks dengan streetname pengiriman, nomor, dan tempat
         dapat dibuat terlihat.
     3. Drop down menu.
     4. Mengambil informasi tambahan dari server (Ajax) untuk sebagian me-refresh halaman.
     5. Memvalidasi input pengguna pada formulir.
     6. Perhitungan tanpa perlu kembali ke server.
     7. menentukan jenis browser.
 
     Jelas beberapa informasi dari jenis tertentu dari pengguna, seperti alamat email dari bot. Bahasa server-side seperti PHP atau Perl adalah cara terbaik untuk memodifikasi halaman sebelum loading, meskipun ada beberapa kasus Server-JavaScript (SJS). Tidak semua browser memiliki juru JavaScript (seperti browser hanya teks Lynx), atau menjalankan versi terbaru. Selain itu, beberapa pengguna mematikan kemampuan JavaScript dengan pilihan. Umumnya, halaman web harus menggunakan JavaScript untuk meningkatkan pengalaman pengguna, bukan bergantung padanya. Hal ini sering disebut sebagai degradasi anggun (yaitu jika pengguna telah dimatikan JavaScript, halaman harus selalu masih beban, menyajikan informasi yang sama tetapi tanpa fungsi tambahan yang disediakan oleh JavaScript.)

Penulisan JavaScript


Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="text/javascript">.

<script type="text/javascript"> alert("Halo Dunia!"); </script>


Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript).  Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:

 <script type="text/javascript" src="alamat.js"> </script>

Script pada bagian head

Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu. Peletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil).

<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html
 

Script pada Body

Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body>. Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian. 

<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
 

External JavaScript

Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman. Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.

JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload"); Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.

<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xxx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>
 
semoga menjadi yg terbaik buat kalian.. :) 

Apa itu ASP??



Active Server Pages .NET (sering disingkat sebagai ASP.NET) adalah kumpulan teknologi dalam Framework .NET untuk membangun aplikasi web dinamik dan XML Web Service (Layanan Web XML). Halaman ASP.NET dijalankan di server kemudian akan dibuat halaman markup (penanda) seperti HTML ( Hypertext Markup Language), WML (Wireless Markup Language), atau XML (Extensible Markup Language) yang dikirim ke browser desktop atau mobile.



    ASP.NET merupakan komponen Internet Information Services (IIS). Oleh karena itu, untuk menginstalasikan ASP, harus juga menginstalasikan IIS. ASP.NET adalah komponen utama Window yang membuat IIS dapat menjalankan aplikasi yang berbasiskan .NET.

Harus diperhatikan ASP.NET tidak terinstalasi secara otomatis ketika IIS diinstal. Instalasi yang sukses secara otomatis juga akan menghasilkan beberapa komponen dan sumber daya seperti:
     *> ASP.NET Performance Counter - Tiap versi ASP.NET memiliki performance center yang
          berbeda.
     *> ASP.NET State Service - Digunakan untuk mengatur session state. Semua versi ASP.NET akan
          menggunakan State Service yang sama yaitu yang disediakan oleh versi terbaru.
     *> ASPNET local user account - pada komputer yang berdiri sendiri ataupun member server local
          user acount bernama ASPNET akan dibuat ketika ASP.NET diinstal.


ASP.NET memiliki keunggulan :

  • Penyederhanaan. ASP.NET membuat mudah tugas umum seperti pembuatan form, otentikasi client, validasi data, konfigurasi situs, dan deployment.
  • Perbaikan Performa. Karene ASP.NET dikompilasi ke CLR sehingga performanya lebih baik dari ASP yang interpreter.
  • Form-form Web. Merupakan model pemrograman baru yang menggabungkan aplikasi ASP dengan kemudahan pengembangan dan produktifitas Visual Basic.
  • Kode Nonspaghetti. Model pemrograman ASP.NET memisahkan kode dari presentasi sehingga mempermudah membuat konstruksi dan mengelola kode.
  • Perbaikan Manajemen Status. ASP.NET menyediakan status aplikasi dan sesi yang mudah digunakan. ASP.NET mengatasi keterbatasan tersebut dengan menyediakan dukungan pendistribusian status sesi dalam server web, menaruh informasi status dalam SQL Server, serta menyediakan pengelolaan status tanpa cookies.
  • Pengamanan. ASP.NET menyediakan layanan otorisasi (menentukan apakah pengguna memiliki izin untuk melakukan tindakan yang diminta) dan otentikasi (menentukan identitas pengguna yang melakukan permintaat) yang telah diperbaiki menggunakan CookieAuthenticationModule dan URLAuthorizationModule.
  • Konfigurasi. ASP.NET menggunakan file XML untuk menyimpan pengaturan konfigurasi. Hal ini membuat deployment situs menjadi lebih mudah.
  • Layanan Web. ASP.NET dapat digunakan untuk mengekspos fungsi bisnis ke partner melalui protokol Web standar.
  • Caching. Disediakan mesin caching untuk meningkatkan kinerja aplikasi dan mengurangi beban pemroses server web dan server database.
  • Debugging. ASP.NET memiliki utilitas tracking yang build-in.
  • Deployment. Deployment dapat dilakukan dengan cara menyalin file karena semua pengaturan konfigurasi situs terdapat dalam file XML.

 Contoh ASP.NET

<script runat="server">
Sub button1(Source As Object, e As EventArgs)
   p1.InnerHtml="You clicked the blue button!"
End Sub
Sub button2(Source As Object, e As EventArgs)
   p1.InnerHtml="You clicked the pink button!"
End Sub
</script>
 
<html>
<body>
 
<form runat="server">
<button id="b1" OnServerClick="button1"
style="background-color:#e6e6fa;
height:25;width:100" runat="server">
Blue button!
</button>
<button id="b2"
OnServerClick="button2"
style="background-color:#fff0f5;
height:25;width:100" runat="server">
Pink button!
</button>
<p id="p1" runat="server" />
</form>
 
</body>
</html>

Untuk melihat contoh-contoh lainnya dapat merujuk ke situs tepercaya di alamat http://www.w3schools.com/aspnet/aspnet_examples.asp
Semoga bermanfaat....

Membuat inputan Form pada HTML



Form digunakan untuk mengumpulkan data dari pengunjung suatu website. Mulai dari form untuk login, form kontak, form untuk pendaftaran user, form advertiser, form sitemap, bahkan untuk mengirimkan data antar halaman web. Pada tutorial belajar HTML: cara membuat form di HTML ini kita akan membahas cara penggunakan tag form di dalam HTML. Penggunaan form hanya menggunakan HTML saja tidak akan terlalu berguna. Form biasanya hanya berupa interface yang disediakan untuk mengumpulkan data dari user, dan akan diproses dengan bahasa pemograman web seperti JavaScript atau PHP, dan disimpan di dalam tabel MySQL. Untuk pembahasan lebih lanjut, saya akan menjelaskannya pada tutorial tentang PHP dan JavaScript.  Tag dasar yang akan bisa digunakan untuk membuat form pada HTML adalah tag form, input, textarea, select dan option.

Sebuah form dalam HTML harus berada di dalam tag form, yang diawali dengan <form> dan diakhiri dengan </form>. Seperti yang sudah dipelajari mengenai penulisan kode pada HTML diawali dengan <Nama Function Tag> ......( Isi sebuah tag )..... </Nama Function Tag>

   Pada bagian terakhir kita harus menutup kode dengan menambahkan slash ( / ).
Bagian Isi Tag dapat dimasukkan oleh beberapa atribut untuk dapat berfungsi dengan seharusnya.

   Dua buah atribut yang digunakan adalah action dan method. Dianalogikan action adalah sesuatu yang mengoperasikan fungsi dari pada form tersebut. Sedangkan method adalah bagian-bagian cara yang mengumpulkan setiap data yang diperlukan untuk diproses. Action berfungsi menjelaskan lokasi data yang didapat form akan dikirimkan. Biasanya nilai dari atribut action ini adalah alamat dari sebuah halaman PHP yang akan memproses isi data form. Sedangkan fungsi dari Method, adalah untuk menjelaskan bagaimana data isian form akan dikirim. Nilai dari atribut method ini bisa berupa get atau post. Perbedaannya, jika kita mengisi atribut method dengan get (dimana ini adalah nilai default seandainya kita tidak menuliskannya) maka isian form akan terlihat pada url browser. Method get ini biasanya digunakan untuk query pencarian. Method post biasanya digunakan untuk data yang lebih sensitif seperti yang berisi password, atau registrasi user. Data hasil form tidak akan terlihat pada browser.




Struktur dasar form akan terlihat sebagai berikut:
<form action="logindata.php" method="post">
...isi form...
</form>

Bagian script kode diatas yang berwarna biru dan ungu dapat ditambahkan attribut lainnya seperti style, class, dan lain-lain. Karena berhubungan dengan form login maka hanya menambahkan action dan method saja. Sisanya bisa menggunakan kode HTML dngan meletakkannya pada satu baris diatas form :

<div id='pandauan-belajar-html' class='membuat-form'> dan kita dapat menambahkan kode CSS

berdasarkan id dan class tersebut. Jangan lupa penutupnya di bagian bawah form yaitu : </div>

Properti masukan pada elemen form
1. Text box<input type="text">
Dignakan untuk memasukan input yang berupa teks.
Size = ukuran dari textbox dalam karakter
Maxsize = maksimal jumlah karakter yang dapat di input
Nama = nama variable yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = akan menampilkan isinya sebagai nilai default

2. Password<input type="password">
Di gunakan untuk memasukan password
Size = ukuran textbox dalam karakter
Maxsize = maksimal jumlah karakter yang dapat di input
Name = nama variable yang dikirim ke suatu aplikasi

Ada lagi jenis input lainnya yaitu :

<input type=”checkbox” /> adalah inputan berupa checkbox yang dapat diceklist atau di centang oleh user. User dapat memilih atau tidak memilih checkbox ini. Type checkbox memiliki atribut checked yang jika ditulis atau diisi dengan nilai checked, akan membuat chexkbox langsung terpilih pada saat pertama kali halaman ditampilkan. Contoh inputan checkbox berupa hobi, yang oleh user dapat dipilih beberapa hobi.
<input type=”radio” /> mirip dengan checkbox, namun user hanya bisa memilih satu diantara pilihan group radio. Type radio ini berada dalam suatu grup dan user hanya bisa memilih salah satunya. Contoh inputan type radio adalah jenis kelamin.
<input type=”submit” /> akan menampilkan tombol untuk memproses form. Biasanya diletakkan pada baris terakhir dari form. Atribut value jika diisi akan membuat text tombol submit berubah sesuai inputan nilai value.

3. Hidden<input type"hidden">
Digunkan untuk mengirim data ke suatu aplikasi yang tidak dingginkan untuk dilihat oleh browser.
Name = nama dari variable yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = nilai dari variable

4. Check Box<input type="checkbox">
Check box digunakan untuk dapat memilih lebih dari satu pilihan.
Name = nama dari variable yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = nilai dari variable
Checked (checkbox yang sudah ditandai)

5. Radio Button<input type="radio">
Radio button digunakan agar dapat memilih ahnya salah satu pilihan.
Name = nama veriabel yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = nilai dari variable
Checked (radio button yang sudah di tandai)

6. Push Button<input type="button">
Elemen ini biasanya digunakan dengan JavaScript atau VBScript untuk menghasilkan suatu aksi.
Name = nama dari variable yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = label teks di atas tombol

7. Submit<input type="submit">
Setiap elemen form membutuhkan tombol submit untuk mengirimkan nama dan nilinya ke suatu aplikasi yang di tentukan dlam atribut ACTION dlam elemen FORM.
Name = nama dari variable yang dikirim ke suatu aplikasi
Value = label teks di atas tombol

8. Image Submit Button<input type="image" src="url">
Digunakan untuk menggantikan tombol standar submit dengan image.
Name = nama dari variable ayng dikirim ke suatu aplikasi

9. Reset<input type="reset">
Digunakan untuk mereset semua masukan dalam form.
Value = label teks di button

1. Text Area<textarea>…</textarea>
Elemen untuk memasukan teks secara leluasa seperti notepad.
Nama = nama dari veriabel yang dikirim ke suatu aplikasi
Rows = panjang baris dalam karakter
Cols = tiggi kotak

1. Select<select>…</select>
Daftar isi dalam property select menggunakan tag <option>
Size = jumlah pilihan yang dapat terlihat
Name = nama dari veriabel yang dikirim ke suatu aplikasi

Contoh penggunaan tag select adalah sebagai berikut:
<select>
<option>Pilihan 1</option>
<option>Pilihan 2</option>
<option value="pilihan ketiga">Pilihan 3</option>
</select>

Ketika form dikirim untuk diproses, nilai dari tag option akan dikirimkan. Nilai ini adalah berupa text diantara tag option, kecuali jika kita memberikan tag value. Jika tag value berisi nilai, maka nilai value lah yang akan dikirim.

Sama seperti tag option type checkbox dan type radio, atribut checked dapat ditambahkan agar tag select berisi nilai awal, contoh penggunaanya sebagai berikut:
<select>
    <option>Pilihan 1</option>
    <option>Pilihan 2</option>
    <option value="pilihan ketiga" selected>Pilihan 3</option>
</select>


Contoh dari pembuatan Form pada HTML:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar Membuat Form </title>
</head>
<body>
<form action=" formulir.html" method="get">

   Nama: <input type="text" name="nama" value="Nama Kamu" />
   <br />

   Password: <input type="password" name="password" />
   <br />

   Jenis Kelamin : <input type="radio" name="jenis_kelamin" value="laki-laki" checked/> Laki - Laki
                   <input type="radio" name="jenis_kelamin" value="perempuan" /> Perempuan
   <br />

   Hobi: <input type="checkbox" name="hobi_baca" /> Membaca Buku Javascript
         <input type="checkbox" name="hobi_nulis" checked /> Menulis Code HTML, CSS, PHP
         <input type="checkbox" name="hobi_mancing" /> Menggambar Design Banner Website
   <br />

   Asal Kota:
   <select name="asal_kota" >
        <option value="Kota Jakarta"> Jakarta</option>
        <option>Bandung</option>
        <option value="Kota Semarang" checked>Semarang</option>
   </select>
   <br />

   Komentar Anda:
   <textarea name="komentar" rows="5" cols="20">Silahkan berikan komentar anda</textarea>
   <br />
   <input type="submit" value="Proses" >
</form>
</body>
</html>




Tampilan pada form tersebut memang kurang rapih karena tidak menggunakan kode CSS, untuk seorang developers web tampilan merupakan hal yang paling utama juga terlepas dari segi data dan keamanan. Oleh karena itu anda harus belajar pemrograman bahasa CSS ( Cascading Style Sheet ). Demikian tutorial cara membuat form pada html, semoga bermanfaat.

CSS





Pengenalan CSS
Sebelum Anda dapat menguasai CSS, tentunya Anda harus memahami terlebih dahulu pengertian dari CSS itu sendiri. Anda akan mengetahui sejarah
singkat lahirnya CSS, kegunaannya, dan cara penggunaannya.


A. Sejarah Singkat CSS

Pada tanggal 17 Desember 1996, World Wide Web Consortium (W3C) menjadikan CSS sebagai bahasa pemrograman standard dalam pembuatan dokumen web. Tujuannya adalah mengurangi pembuatan TAG-TAG baru oleh Netscape dan Internet
Explorer (IE), karena pada masa itu kedua browser saling bersaing mengembangkan
TAG sendiri untuk mengatur tampilan web.



CSS level 1 mendukung pengaturan tampilan dalam hal:

1. Font (jenis, ketebalan),
2. Warna teks, latar belakang, dan elemen lainnya,
3. Text attributes, misalnya spasi antar baris, kata, dan huruf,
4. Posisi text, gambar, tabel, dan elemen lainnya,
5. Marjin, border, dan padding.



Selanjutnya di tahun 1998, W3C menyempurnakan CSS awal dengan menciptakan standard CSS2 (CSS level 2) – yang menjadi standard hingga saat ini. Pada CSS level 2 ini, di masukkan semua atribut dari CSS1, serta diperluas dengan penekanan pada International accesibility and capability khususnya media-specific CSS.
Bahkan pada perkembangannya, saat ini sudah muncul CSS3. Pekerjaan dari CSS3 dimulai pada tahun 2000, tidak lama setelah CSS2 di implementasikan. CSS3 ini sampai sekarang masih terus dikembangkan, spesifikasinya dibagi pada beberapa topik atau modul.



B. Pengertian & Manfaat CSS

Menurut Wikipedia, Cascading Style Sheets (CSS) adalah:
bahasa pemrograman untuk mengatur tampilan suatu website atau blogTampilan yang dimaksud disini adalah jenis, ukuran, dan warna font; jarak antara baris dan panjangnya, marjin dan indentasi, background dan warna, serta masih banyak lagi. CSS merupakan fitur yang sangat penting dalam pembuatan Dynamic


HTML. Meskipun bukan merupakan keharusan dalam membuat web, namun penggunaan CSS merupakan kelebihan tersendiri.
Menggunakan CSS tidak memerlukan perangkat lunak tertentu, karena merupakan scriptyang telah embedded dengan HTML. Anda cukup menggunakan aplikasi notepaduntuk menciptakan script CSS sendiri.



Manfaat dari CSS:

1. Kode HTML menjadi lebih sederhana dan lebih mudah diatur,
2. Ukuran file menjadi lebih kecil, sehingga load file lebih cepat,
3. Mudah untuk merubah tampilan, hanya dengan merubah file CSS saja,
4. Dapat berkolaborasi dengan JavaScript dan merupakan pasangan setia
XHTML,
5. Digunakan dalam hampir semua web browser.

C. Sintaks & Penempatan Kode CSS

Sintaks CSS terdiri dari tiga bagian:

selector
property value


Selectoradalah elemen atau tag HTML yang akan di-definisi-kan. Propertyadalah atribut yang akan diganti dengan nilai” tertentu. Properti dan nilai dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan keduanya diapit oleh tanda kurung kurawal ({).
Berdasarkan ketiga bagian tersebut, sintaks dasar CSS dapat dituliskan:
selector { property: value}

contoh 1:

p { color:black }



Jika suatu nilai mengandung spasi, nilai tersebut harus diapit dengan tanda petik (). Untuk memberikan lebih dari satu _property bagi suatu _property, pisahkan setiapkombinasi property:value dengan tanda titik koma (;). Untuk membuat definisi gayalebih mudah dibaca, definisi tiap property dapat dilakukan per baris. Sehinggasintaksnya menjadi:


selector { property1: value; property2: “value_value; … }

contoh 2:

p { text-align:center; font-family:sans serif” }

Aturan-aturan yang berlaku dalam sintaks CSS:

1. Jangan ada spasi antara property value dengan unitnya (contoh 1 & 2),
2. Nama properti bersifat CASE SENSITIVE dan menggunakan huruf kecil,
3. Jika nilai / value lebih dari satu kata, maka gunakan tanda titik koma
(;) untuk membatasi properti yang satu dengan yang lain (contoh 2),
4. Jika selector lebih dari satu dan mempunyai properti dan nilai yang sama, gunakan tanda koma (,).
contoh: h1,h2,h3 {color:green}



Class selector

·     Dengan menggunakan class selector, Anda dapat mendefinisikan perbedaan style untuk tag elemen html yang sama.
·     Class dibuat dengan tanda titik kemudian diikuti dengan namakelasnya
.namakelas{     }



contoh 3:

Misalkan Anda ingin membuat dua tipe paragraf dalam dokumen, yang satu rata kanan, dan yang lain rata kiri. Maka:


p.right {text-align: right}

dan

p.left {text-align: left}



Aturan Class selector:

1. Jangan memberi nama class dengan angka,

2. Jika memberikan namaclass lebih dari satu kata/kalimat, penulisannya

menggunakan tanda petik ().


ID Selector

Aturan penamaan ID:

1. Dapat mengandung huruf, angka, atau karakter garis bawah,
2. Karakter pertama harus berupa huruf atau karakter garis bawah,
3. Diawali dengan tanda #,
4. Jangan memberi nama id sama dengan value,
5. Jangan memberi nama id dengan tag html kemudian diikuti tanda #.


contoh 4:

<html>
<head>
<style type = "text/css">
<!--
#tebal { font-weight : bold;
color : blue; }
#miring { font-style : italic;
color: pink; }
-->
</style>
</head>
<body>
<h1>Contoh</h1>
<h2 id = "miring"> Selamat Belajar CSS
</h2>
<h3 id = "tebal">
Saya baru pertama kali belajar CSS
</h3>
</body>
</html>



Penempatan kode CSS dalam HTML

Ada tiga cara penempatan kode CSS dalam HTML:

1. Internal CSS

Metode penulisan kode CSS langsung dalam file HTML.

contoh:

<html>


<head>
<style type=”text/css”>
p {color: white; }
body {background-color: black; }
</style>
</head>
<body>
<p>Menguak Rahasia CSS</p>
</body>
</html>


2. Eksternal CSS

Memanggil file CSS dari tempat/folder/lokasi lain, dengan kata lain file CSS terpisah dengan file HTML. Browser akan membaca definisi style dari file test.css dan akan mengikuti format tersebut. Eksternal style ditulis di text editor lain dengan ekstention .css.

contoh:

<html>
<head>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css”href=”test.css”/>
</head>
<body>
<h3>Menguak Rahasia CSS</h3>
</body>
</html>


3. Inline CSS

Penulisan kode CSS dalam tag HTML.

contoh:

nama File : inline.html

<html>
<head>
</head>
<p style=”background: red; color: black;”>Menguak
Rahasia CSS</p>
</body>
</html>


Contextual Selectors

      Contextual Selectors digunakan jika style akan digunakan dalam situasi tertentu, misalnya saja jika elemen HTML yang digunakan merupakan sebuah kombinasi. Misalnya saja jika kita akan membuat semua table data mempunyai align center , font arial, dan huruf berwarna orange.

<table>
<tr>





</tr>


<td></td>
<td></td>


</table>


Maka digunakan contextual selectors

Table tr td{ color: orange;
font-family: arial; Text-align:center;}


Contoh:



<html>
<head>
<style type="text/css">
table tr td{color:orange; font- family:arial;text-align:center;}
</style>
</head>
<body>
<table border="1">
<tr>
<td>Cinta</td>
<td>Bahagia</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=2 align=center>Sedih</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

 

"TRANSLATE HERE"

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified